Kamis, 06 September 2012

Surat Kuasa Kepada Multiply Indonesia

Dear Multiply Indonesia,

Dengan surat ini, saya:
nama : afininda
multiply id : http://
afhien.multiply.com/

memberikan kuasa kepada :
nama : Wahyu W.
multiply id : http://
wib711.multiply.com/

yang pada hari jumat tanggal 7
September 2012 akan datang ke kantor
Multiply Indonesia untuk memberikan
DVD kepada Multiply Indonesia, agar
Multiply segera mendownload semua
isi blog saya di http://
afhien.multiply.com/ (termasuk yang
personal/privacy) ke dalam DVD
tersebut. Saya mohon kerjasamanya.
Terimakasih.

Jakarta, 5 September 2012
ttd,
Afin
(pemilik blog ini)

Senin, 03 September 2012

Selera Nusantara


Description:
Ini adalah makanan-makanan pas lebaran sampai beberapa hari setelah lebaran. Yang enyaaaaak enyaaak enyaaakk... Hahahaha..

Dari foto searah jarum jam:
1. Punten Pecel, yang istimewa adalah punten. Punten itu mungkin ya..rasanya kayak nasi uduk, gurih gitu, tapi bentuknya padat, jadi dipotong kotak-kotak gitu.

2. Ini Sate Ponorogo, beli pas pulang mudik kemarin, bedanya sama sate ayam lain, apa ya? Kecapnya ga kayak sate madura, mirip sate kebumen, cuma sate kebumen lebih berani bumbunya.. Ini manis gurih. Belinya di Sate Ngepos Ponorogo, di daerah situ area penjual sate Ponorogo gitu, atas rekomendasi temannya yang di Ponorogo, pilihnya di Sate Ngepos itu.

3. Rendang Paru
Kalau hampir setiap orang sukanya rendang daging, saya suka banget rendang paru. Maklum setahun sekali pas lebaran aja.

4. Nah ini yang baru, namanya Bubur Manado, ini saya makan pas silaturahmi ke rumah Tante yang kebetulan orang Manado, nama lainnya apa ya? LUPA nanya sepupu belum dijawab juga. Uniknya apa ya? ada sayurannya, ada bayam, dimakan sama sambel yang pedes, ada ikannya, jagung.

Ingredients:
Punten:

Bahan:
Beras
Santan
Garam


Rendang Paru:
Bahan :
Paru Sapi

Bumbu (dihaluskan):
Santan
Bawang Merah
Bawang Putih
Cabe Merah
Garam
Gula


Directions:
*skip dulu yah*

nanya yang masak dulu...hahahah

All about Lampung


Ini adalah ketika saya ada kegiatan kantor di Lampung bulan Juli (kalau ga salah) . Menempati sebuah kamar di lantai... (LUPA) 19 apa ya? Pokoknya asyiiik, dengan dinding kaca yang langsung menghadap ke laut atau selat Sunda ya?

Asyik aja buat foto-foto, namun sayang engga bawa kamera, jadi kamera kantor saya culik bentar buat foto-foto.

Datang pas jam makan siang, salah satu pesenan kita adalah sate bebek. Rasanya... lagi-lagi biasa aja... bumbu kecapnya biasa aja, ya cuma kecap ada irisan cabe, bawang merah. Bumbu di bebeknya juga ga kerasa.

Nah, yang menu sarapan ada yang unik, yaitu mie Tarik Aceh, tapi mie-nya itu kita bisa liat dari sang koki ngulenin itu tepung, di tarik, tarik, dilempar-lempar, sampai jadi mie. Mie-nya jadi besar kecilnya ga sama, tapi unik pembuatannya.

Satu pengalaman buruk disini adalah seorang resepsionis pria yang ga sopan sama sekali.

Kejadiannya
Saya (S) : Mas saya mau pesan taksi hotel.
Resepsionis (R) : iya Bu, itu sopirnya, ada barang bawaan yang mau dibawakan?
S : engga Mas, makasih, cuma ransel ini doang kok.
R : Daripada berat loh Bu gendongnya, atau Ibu saja yang digendong? *cengar cengir*
S: *marah nunjuk pake telunjuk ke muka respsionis langsung* ANDA TIDAK SOPAN!!!
R: *cengar cengir tanpa minta maaf*
R2: *shock*

Sekelas Novotel, punya resepsionis seperti itu??
Sayang saya lupa namanya, ciri-cirinya putih, kurus, mata sipit, agak tinggi.

Karya Terakhir




Foto ini saya ambil sekitar pertengah bulan Juli, ketika diperkirakan 3000-an buruh demonstrasi. Salah satunya di gedung sebelah.

Sebelum akhirnya My Mini tewas, sepulang kerja ia masih sempat menemani saya mengabadikan momen-momen ribuan buruh itu dari balik anyaman kawat jembatan penyebrangan.

Thanks My Mini

Quantum Bistro


Rating:
Category:Restaurants
Cuisine: BBQ / Ribs
Location:Lantai 3A, Plaza Semanggi
Hari Jum'at kemarin nemenin salah seorang rekan kerja yang mau ketemu temannya di Plaza Semanggi alias Plangi. Rencana awal, pas jam makan siang kita ke sana, tapi perut saya sudah memberontak minta diisi gara-gara dari kemarin sorenya belum dikasih subsidi.

Lebih awal kita berangkat dan tujuan utamanya adalah Es Teller 77, eh pengaruh lapar, begitu masuk ke Plangi ada semacam poster yang dipasang di pintu masuk "Steak Iga BBQ". Ngeces.... Hahhaa

Pindah haluan lah kita, untuk pertama kalinya kita ke resto ini, Quantum Bistro, tempatnya lumayan asyik, enak, rapi, dan desainnya kok jadi inget desain Master Chef Indonesia. Banyak memakai kayu, kesannya hangat.

Order pertama, sambil menunggu teman rekan kerja saya datang, saya order steak Iga BBQ with French Fries, Jus Semangka, dan air Mineral, sedangkan rekan kerja saya pesan Sirloin Steak dan Kentang Rebus dan Es Tejh Manis.

Oh ya kita berdua, satu-satu pengunjung, asli sepi banget, tapin tetep lama juga, hampir 15 menit pesanan datang. Kesan pertama, tampilannya yummy banget, tapi kami tertipu!!! Bumbu BBQnya terlalu sedikit, bahkan punya rekan kerja saya cepat menjadi kerak di hotplate-nya. Rasa lumayan, 7 dari 10. Serat iga-nya yang mengganggu, karena nyelip di gigi dimana-mana (upps sorry).

Order kedua, setelah teman rekan kerja saya datang, dia pesan nasi goreng Iga, dan grean tea . Sama katanya skornya 7 dari 10. Rasanya kurang mantap menurut saya, nothing special.

Harga steak Iga BBQ, tenderloin Steak sekitar 40.000 ribuan. Aneka jus 12.000 ribuan. Nasi goreng dan lainnya..lupa, bill-nya lupa dimana. Hahaha...


 

Ndoroayu's Zone Template by Ipietoon Cute Blog Design